Trenggalek Punya Tim Penegak Disiplin Berbasis Komunitas lho!

Polres Trenggalek – Masih bertambahkan angka penyintas Covid-19, membuat jajaran Polres Trenggalek terus bergerak dengan berbagai terobosan baru dalam rangka mencegah dan meminimalisir penyebaran virus berbahaya tersebut. Salah satunya adalah dengan merintis terbentuknya tim penegak disiplin protokol kesehatan berbasis komunitas.

Untuk mendukung hal tersebut, Polres Trenggalek menggelar apel tim penegak disiplin protokol kesehatan berbasis komunitas dihalaman apel Mapores. Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, S.H., S.I.K., M.Si. ini diikuti oleh seluruh anggota Polres dan perwakilan dari beberapa komunitas yang ada di Kabupaten Trenggalek yakni komunitas pasar hewan, pabrik rokok, wisata tebing lingga (WTL), KB Samsat dan Terminal Bus. Selasa (15/9).

AKBP Doni menuturkan, konsep tim penegak disiplin berbasis komunitas ini adalah bagaimana satu kelompok tertentu mampu secara mandiri menerapkan protokol kesehatan secara ketat terhadap anggotanya. Jika ada yang melanggar, komunitas ini yang mengingatkan dan memberikan teguran sehingga tumbuh kesadaran kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Disiplin Protokol kesehatan berbasis komunitas ini dapat menjadi pilot project dan teladan bagi masyarakat yang lain” Ujar AKBP Doni.

Lebih lanjut perwira menengah alumni Akpol tahun 2000 ini menegaskan, dari data yang ada angka terkonfirmasi Covid-19 masih terus mengalami peningkatan. Kerjasama, kolaborasi  dan komitmen sangat penting untuk menangkal penyebaran Covid-19 khususnya di Kabupaten Trenggalek.

Oleh sebab itu, pihaknya bersma TNI, Satpol PP, Kejari dan Pengadilan Negeri Trenggalek telah menggelar operasi yustisi yang berujuan untuk menegakkan disiplin masyarakat patuh protokol kesehatan sebagai implementasi dari Inpres nomor tahun 2020, Pergub Jatim nomor 2 tahun 2020 dan Perbup nomor 31 tahun 2020. Bagi yang melanggar, akan disidang ditempat dan dikenai sanksi berupa denda.

“Jangan pernah lelah mensosialisasikan dan mengingatkan tentang protokol kesehatan. Pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak aman. Kalau bukan kita siapa lagi.” Pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut AKBP Doni menyematkan rompi secara simbolis kepada masing-masing perwakilan komunitas dan berharap konsep ini dapat dikembangkan hingga menyentuh komunitas-komunitas lain di Kabupaten Trenggalek.