Kapolres Trenggalek Tinjau Proses Evakuasi Tanah Longsor di Bendungan

oleh -105 views

Polres Trenggalek – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Trenggalek mengakibatkan tanah longsor. Salah satunya adalah di Kecamatan Bendungan tepatnya di KM 15. Akibatnya jalur Trenggalek-Bendungan tersebut ditutup total dan tidak bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Senin, (4/10).

Menindak lanjuti hal tersebut, Polres Trenggalek mengerahkan personelnya untuk membantu proses evakuasi dan membuka jalan agar segera bisa kembali dilalui kendaraan bermotor mengingat jalur tersebut merupakan jalur utama penghubung  antara kota Trenggalek dengan Kecamatan Kendungan.

“Saat ini alat berat sudah dilokasi untuk evakuasi dan membuka jalur. Anggota kita arahkan untuk membantu dan pengamanan serta rekayasa lalu lintas selama proses evakuasi berlangsung.” Ujar Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino, S.I.K. saat meninjau di lokasi.

Selain petugas kepolisian, dalam pembersihan material tanah longsor tersebut juga bersinergi bersama personel dari TNI, Satpol PP, BPBD Kabupaten Trenggalek, personel kecamatan Bendungan, Perhutani hingga masyarakat setempat.

Alhasil, tak butuh waktu lama, jalur pun sudah bisa dilalui kembali. Namun demikian, AKBP Alith meminta agar para pengendara lebih berhati-hati dan waspada terhadap kemungkinan longsor susulan mengingat kontur tanah yang relatif labil terlebih saat ini sudah memasuki musim penghujan.

“Untuk sementara kita coba roda dua dulu. Nanti jika memungkinkan untuk roda empat akan disampaikan oleh jajaran Muspika Bendungan.” Imbuhnya.

AKBP Alith menambahkan, guna mengantisipasi longsor susulan yang membawa material kayu dan pohon, pihaknya telah berkoordinasi dengan Perhutani agar dipotong terlebih dahulu. Termasuk mitigasi terhadap sejumlah tiang listrik yang diketahui berada di lokasi tersebut.

“Nanti akan kita pasang rambu-rambu peringatan di area tersebut.” Ucapnya

Sebagai informasi, wilayah Kecamatan Bendungan sejak semalam diguyur hujan cukup deras yang diduga mengakibatkan tebing milik Perhutani yg berada di kawasan Dusun Bangsal petak 14 masuk Desa Surenlor dengan ketinggian 30 meter dan lebar 40 meter Longsor. Meterial berupa batu, pohon, akar dan tanah menutup badan jalan.

Petugas gabungan kemudian melakukan pembersihan menggunakan alat berat, dilanjutkan menyemprot area badan jalan menggunakan air. Tujuannya agar tidak licin dan membahayakan pengguna jalan.