Polres Trenggalek – Upacara adat labuh laut atau yang lebih dikenal dengan sebutan larung sembonyo di pesisir Watulimo disambut antusias warga. Ribuan warga baik dari Trenggalek maupun lura kota terlihat memadati Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dimana prosesi upacara adat ini digelar. Kamis, (23/4).
Acara diawali dengan arak-arakan buceng atau tumpeng dari Kantor Kecamatan Watulimo, dilanjutkan prosesi upacara labuh laut atau Larung sembonyo di TPI yang diikuti oleh ratusan perahu nelayan. Tak berhenti disitu, kegiatan masih berlanjut dengan pagelaran wayang kulit yang rencananya akan digelar nanti malan.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H. S.I.K., M.I.K. melalui Wakapolres Kompol Herlinarto. S.E. M.M. yang kebetulan turut hadir dalam acara tersebut menuturkan, pihaknya sangat mendukung kegiatan yang telah menjadi salah satu agenda wisata Jawa Timur tersebut.
Menurutnya, larung sembonyo merupakan upaya melestarikan adat dan budaya yang ada di Kabupaten Trenggalek sekaligus mendorong meningkatnya wisatawan dan rodak ekonomi bagi masyarakat di pesisir Watulimo
“Larung Sembonyo bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan warisan budaya yang sarat makna. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat nelayan atas limpahan rezeki dari laut, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.” Ujarnya.
Guna mendukung kegiatan tersebut, pihaknya menerjunkan puluhan personel Polri gabungan dari Polres dan Polsek jajaran yang tersebar diberbagai titik meliputi patroli mobiling, pengamanan jalur, pengamanan ring 1 di lokasi, pengawalan, pengamanan tertutup hingga personel pengamanan sejak dari Durenan, JLS maupun rute lain menuju Watulimo.
“Alhamdulillah, hingga selesai acara semua berjalan aman, tertib dan lancar. Tentunya berkat sinergitas dan kerja keras kita semua. Apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, masyarakat dan petugas di lapangan.” Pungkasnya.
Sebagai informasi, rangkaian kegiatan labuh laut sembonyo ini digelar selama beberapa hari. Dimulai tanggal 15 April 2026 dengan digelarnya pasar rakyat dengan melibatkan UMKM, dilanjutkan tanggal 21 April 2026 dengan kegiatan santunan, isgasah, selawat dan pengajian, tanggal 22 April 2026 berbagai lomba, hiburan elekton, tasyakuran dan uyon-uyon/tayub. Puncaknya adalah Prosesi labuh laut larung Sembonyo dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit.


