Ngawi – Kabupaten Ngawi dikenal luas sebagai pintu gerbang Jawa Timur dan Jawa tengah. Dengan tingkat mobilitas yang relatif tinggi, kondusivitas Kamtibmas menjadi salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi roda ekonomi dan sosial lintas wilayah.
Hal tersebut diungkapkan Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widiyatama, S.I.K., M.Si. saat membuka dialog kebangsaan dengan tema `Merawat dan Memperkuat Bhineka Tunggal Ika melalui Deteksi Dini oleh Masyarakat` di Gedung Bima Notosuman, Ngawi. Kamis, (13/8).
“Kita memiliki tujuan dan persepsi yang sama, bahwa kita harus menjaga ketenteraman dan keutuhan NKRI. Selaku Kapolres yang membidangi keamanan dan kondusivitas di Kabupaten Ngawi, kami memandang bahwa keberagaman membutuhkan pengelolaan dan pemeliharaan yang luar biasa.” Ungkapnya.
Pihaknya menegaskan, di era digital seperti sekarang ini, hampir semua orang memiliki handphone lengkap dengan segala fasilitas yang canggih. Tak terkecuali akun media sosial. Bahkan, satu orang bisa memiiki beberapa akun sekaligus.
Munculnya media sosial menjadi angin segar bagi sebagian masyarakat. Jika dimanfaatkan dengan baik tentu sangat membantu dalam hal komunikasi ataupun belajar ilmu pengetahuan yang lebih luas.
Namun dibalik itu semua, menyimpan sisi buruk yang harus menjadi perhatian semua pihak. Jika dicermati, dewasa ini mulai muncul benih-benih kecil berupa unggahan media sosial yang mengarah pada polarisasi dan perpecahan masyarakat.
“Sebagai benteng NKRI, tantangan tersebut harus kita hadapi secara nyata dengan deteksi dini. Kita dorong agar masyarakat memiliki kesadaran diri untuk memperkuat Bhinneka Tunggal Ika sehingga gesekan-gesekan kecil dapat diminiamlisir dan terbangun pondasi yang kuat.” Imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut pihaknya mengungkap 3 pilar penting yakni, kepekaan sosial melalui kewaspadaan lingkungan, penguatan sinergitas antar lembaga dan senantiasa bijak bermedia sosial.
“Tujuan akhirnya adalah terciptanya kehidupan bermasyarakat yang sejahtera. Mari kita jadikan Ngawi sebagai pelopor daerah yang aman dan tenteram.” Tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi, Dr. Dwi Rianto Jatmiko, M.H., M.Si.yang kebetulan turut hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa kondusivitas harus dirawat dan dijaga bersama-sama.
“Untuk mewujudkan itu semua tentu butuh peran serta dan kontribusi dari semua elemen masyarakat.” Ucapnya.
Pihaknya menambahkan, dampak negatif dari penyalahgunaan media sosialseperti adu domba, berita hoaks, maupun informasi yang tidak jelas kebenarannya, dapat menimbulkan kesalahpahaman dan ketersinggungan di tengah masyarakat.
“Oleh karena itu, deteksi dini menjadi hal yang penting dan menjadi tanggung jawab kita kita bersama.” Pungkasnya.
Acara ditutup dengan sesi diskusi dengan menghadirkan sejumlah narasumber utama diantaranya Kepala MUI Kabupaten Ngawi, Prof. Dr. K.H. A. Halil Thahir, M.HI. dan Ketua FKUB, Drs. H. Moh. Wahib, M.Pd. dilanjutkan dengan deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, jajaran Forkopimda, Kepala OPD, pimpinan oragnisasi keagaman, tokoh pemuda, perguruan pencak silat, organisasi mahasiswa, civitas akademika, Ketua MKKS, redaksi media massa hingga komunitas suporter.
