Lindungi Gen Alpha dari Dampak Negatif AI, Polres Trenggalek Gelar Edukasi Di Sekolah

oleh

Polres Trenggalek – Memasuki era digital 5.0, jajaran Polres Trenggalek terus bergerak untuk mengkitkan pemahaman para pelajar khususnya sekolah menengah tentang perkembangan dunia teknologi informasi berikut dampak yang wajib diwaspadai.

Hal ini dilakukan untuk membentengi para pelajar khususnya Gen Z dan Alpha dari pengaruh negatif teknologi digita. Salah satunya adalah dengan menggencarkan edukasi dan sosialisasi di sekolah-sekolah.

Kapolres Trenggalek, AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H. melalui Kasatbinmas AKP Siswanto, S.H. menuturkan, setiap hari senin, pihaknya bersama anggota kerap keliling ke sekolah-sekolah untuk menjadi pembina upacara sekaligus mensosialisasikan tentang hal tersebut.

“Hari ini kami berkunjung ke SMP Negeri 5 Trenggalek. Bertatap muka dengan para guru dan murid, edukasi tentang pentingnya pemehaman dunia digital.” Ungkapnya. Senin, (21/9).

Dihadapan ratusan siswa, pihaknya menyampaikan bahwa perkembangan IT dewasa ini telah bergerak ke penggunaan Artificial Intelligence atau AI. Pemanfaatan IT dipandang cukup banyak membantu dalam berbagai hal, namun yang perlu diwaspadai adalah dampak negatif dibelakangnya.

Pihaknya menegaskan, saat ini banyak bertebaran video penggunaan AI yang mampu merubah wajah hingga suara seseorang disertai dengan caption yang bernada profokatif, adu domba maupun dimanfaatkan untuk kejahatan penipuan dan lain-lain.

Disisi yang lain, AI juga dimanfaatkan untuk menjawab berbagai soal yang diberikan oleh guru. Tinggal klik langsung keluar jawaban yang tepat. Memang memudahkan tetapi bisa juga membuat anak menjadi malas belajar, kurang literasi dan bergantung pada kemampuan AI.

“Kondisi ini tentunya harus menjadi perhatian kita semua. Jangan sampai generasi masa depan kita menjadi korban.” Imbuhnya.

Disamping itu, perkembangan media sosial juga semakin pesat. Hampir semua orang memiliki akun media sosial termasuk kalangan pelajar. Jika digunakan dengan baik tentu bisa membawa manfaat yang bermanfaat pula, tetapi jika disalahgunakan dapat berimplikasi hukum terhadap penggunanya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada para pelajar agar lebih waspada dan berhati-hati. Bijak menggunakan media sosial adalah jalan terbaik agar tidak terjebak dalam dampak negatif yang menyertainya.

“Jika ada sesuatu hal yang mencurigakan saat bermedia sosial, silahkan bertanya kepada para guru. Jangan mudah terpancing oleh unggahan yang tidak jelas sumbernya.” Imbuhnya.

Bukan itu saja, media sosial juga kerap dimanfaatkan sebarai sarana perundungan atau yang dikenal dengan sebutan Cyber Bulliying. Mengolok-ngolok teman dengan akun palsu yang dapat berakibat buruk bagi korban.

Pihaknya berharap, dengan getolnya jajaran kepolisian memberikan edukasi seperti ini, bisa menggugah kesadaran para pelajar untuk senantiasa bijak dalam memanfaatkan teknologi dan bisa menjadi generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

No More Posts Available.

No more pages to load.