Kapolres Trenggalek Saat Penutupan Bintra Baja: Wujudkan Postur Polri yang Dicintai Masyarakat

oleh -28 views

Polres Trenggalek – Bimbingan tradisi atau Bintra bagi puluhah Bintara Remaja (Baja) Polres Trenggalek sukses digelar. Sedikitnya 28 Bintara yang sebagian besar berpagkat Bripda mengikuti kegiatan yang diselenggarakan sejak beberapa hari yang lalu.

Seremonial upacara penutupan Bintra itu sendiri dilakukan di halaman Mapolres Trenggalek denagn inspektur upacara adalah Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino, S.I.K. dan diikuti oleh seluruh anggota Polres Trenggalek. Jumat, (30/9).

Prosesi pengukuhan para bintara remaja sebagai anggota Polres Trenggalek dilakukan secara simbolis dengan mengguyurkan air kembang kepada tiga orang perwakilan oleh Kapolres dilanjutkan penyiraman kepada seluruh peserta oleh para pejabat utama.

Dalam amanatnya AKBP Alith mengatakan bahwa tuntutan masyarakat terhadap Polri di era digital seperti sekarang ini sangat komplek. Sebagai anggota Polri harus mampu menjawab tantangan tersebut dengan profesionalisme kerja.

“Tujuan utama dari Bintra ini adalah memberikan ilmu, wawasan, pengetahuan kepada para bintara remaja yang muaranya adalah terwujud postur Polri yang dicintai masyarakat dan mampu bekerja secara professional sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggungjawab yang diemban.” Ujar AKBP Alith.

AKBP Alith berharap, para bintar aremaja ini bisa mengembang apa yang telah diperoleh selama kegiatan berlangsung dan mengimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Pihaknya juga meminta agar menghindari pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun organisasi.

“Junjung tinggi martabat dan marwah kepolisian.” Imbuhnya.

Bintra itu sendiri telah dimulai sejak hari Rabu tanggal 28 September 2022 yang lalu. diawali dengan pembekalan dari masing-masing satuan fungsi kepolisian dengan nara sumber atau tenaga instruktur adalah para Kabag, Kasat dan kasi.

Sedangkan puncaknya adalah hari ini yang diisi dengan kegiatan longmarch, outbond dan bakti sosial baik berupa membersihkan tempat ibadah maupun penyerahan bantuan soaial kepada warga tak mampu.