Bersama Stakeholder dan Masyarakat, Polsek Watulimo Gelar Aksi Bersih-Bersih Sungai

oleh -37 views

Polres Trenggalek – Jajaran Kepolisian bersama dengan stakeholder dan sejumlah komunitas masyarakat Kecamatan Watulimo kompak menggelar aksi resik-resik kali. Ratusan masyarakat turut ambil bagian dalam kegiatan bersih-bersih yang dilakukan di sepanjang sungai di Desa tasikmadu Kecamatan Watulimo. Kamis, (14/7)

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Watulimo AKP Suyono, S.H., M.Hum. mengatakan, kegiatan ini merupakan bukti kepedulian dan tanggung jawab masyarakat Watulimo terhadap kelestarian lingkungan yang sehat.

“Keberadaan sungai Tasikmadu ini sangat vital dan melintasi pemukiman penduduk sehingga harus bersih dan terawat. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan bersih-bersih bersama sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan di sungai.” Ujar AKP Suyono.

Lebih lanjut AKP Suyono mengatakan, animo peserta kegiatan ini relative cukup besar. Terbukti dengan cukup banyaknya masyarakat yang turut serta dalam kegiatan tersebut. Hal ini menunjukkan tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang juga tinggi.

“Sasaran kegiatan ini adalah membersihkan kali dari sampah-sampah, kemudian melakukan pengerukan agar aliran sungai menjadi lebih lancar.” Imbuhnya.

AKP Suyono menambahkan, disaat musim hujan deras, sungai yang dangkal dan tersumbat sampah sangat rentan terjadi air meluap hingga menyebabkan banjir. Belum lagi genangan air yang berpotensi mengikis dan merusak jalan raya.

“Terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat yang turut berpartisipasi. Kami dorong masyarakat turut handarbeni dan merasa ikut memiliki seiring dengan rasa kepedulian terhadap lingkungan khususnya daerah aliran sungai.” Pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Camat Watulimo, Jati Mustiko Dani, S.STP., Danramil Watulimo Kapten Inf. AGUS SUJIONO S.Sos, Kanitsamapta Polsek Watulimo Aiptu Kamidi, S.H., Kades Tasikmadu Wignyo Handoyo beserta perangkat desa, anggota Koramil, Polsek dan Satpol PP Watulimo, perwakilan dari Banser, Senkom, komunitas Nipong, KSB Kumbokarno, MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center), KPST (Komunitas Peduli Sungai Trenggalek), Madani, JAMBE (Jaringan Aksi Masyarakat Untuk Budaya dan Ekologi), dan STC Watulimo (Sopir Trenggalek Comunity), serta sejumlah civitas lingkungan lainnya.