Kapolres Trenggalek: Aksi Damai Tolak Kenaikan Harga BBM Kondusif

oleh -45 views

Polres Trenggalek – Kepolisian Resor Trenggalek kembali memberikan pelayanan pengamanan kepada sejumlah elemen masyarakat yang ingin menyuarakan aspirasinya terkait dengan penyesuaian harga BBM, TDL hingga tambang emas di Kabupaten Trenggalek. Rabu, (14/9).

Puluhan masyarakat yang merupakan perwakilan dari masyarakat Watulimo ini menggelar aksi damai yang diawali dengan aksi jalan kaki dari Pasar Pon menuju Gedung DPRD Kabupaten Trenggalek.

Para peserta aksi damai ini terlihat membawa sejumlah poster dan spanduk, replica keranda diiringi sebuah kendaraan yang berfungsi sebagai sound system. Sesampai didepan kantor DPRD, peserta aksi menyampaikan orasi dan ditemui langsung oleh beberapa anggota DPRD Kabupaten Trenggalek.

Kepala kepolisian Resor Trenggalek AKBP Alith Alarino, S.I.K. mengatakan, menyampaikan aspirasi merupakan hak warga negara yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan. Namun demikian kegiatan tersebut haruslah dilakukan dengan tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

“Kita kawal dan amankan agar aspirasi tersebut dapat tersampaikan. Tentunya dengan tetap menjaga norma dan etika serta mematuhi segala peraturan yang ada. Kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain.” Jelas AKBP Alith.

“Kita pastikan pengamanan sesuai SOP dan mengedepankan sikap tegas dan humanis.” Imbuhnya

Sementara itu, Kasihumas Polres Trenggalek Iptu Suswanto menerangkan, tak jauh berbeda seperti pengamanan kegiatan serupa sebelumnya,  dalam pengamanan aksi damai ini Polres Trenggalek mengerahkan puluhan personel yang terbagi dalam tim-tim kecil. Mulai dari petugas Dalmas hingga pengawalan aksi dan pengamanan rute.

Polres Trenggalek juga menerjunkan tim negosiator yang beranggotakan Polisi Wanita (Polwan). Para Polwan ini selain bertugas pengamanan juga turun tangan membagikan air minum kemasan kepada para peserta aksi.

“Alhamdulillah, aksi damai oleh elemen masyarakat Watulimo hingga akhir berlangsung amandan kondusif.” Pungkasnya.